You are viewing timorleste

News of Timor Leste
timorleste
.:.. .: ..:.: .:.::

September 2014
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30

News of Timor Leste [userpic]
Testimony Heard in F-FDTL/PNTL Shooting Case

Press Release

Date: 2/10/2007

Since the 18th September, the Dili District Court has been conducting a trial into a shooting incident that occurred on 25 May 2006 in front of the Ministry of Justice, which claimed the lives of a number of PNTL members.

Courtroom proceedings are anticipated to go on for some time in this matter, as there are approximately 73 witnesses providing testimony.

On 1 October these witnesses testified: Lieutenant Abel Ximenes Xavier (Military Police Commander), Afonso de Jesus (Acting PNTL Commander), Jose Soares (Marine Police) and Afonso Correia (PNTL).

The Court continued the next day, hearing testimony from the following witnesses: Abilio de Araujo Gonçalves (PNTL), Delfina da Silva Mesquita (PNTL) and Miguel Martins Monis (PNTL). During the second session, held in the afternoon, the court heard from Joaquim da Costa (PNTL), Jose de Jesus Nunes (PNTL), Henrique Costa de Lima (PNTL) and Clementina de Jesus Fatima (PNTL).

Proceedings were led by Presiding Judge Ivo Rosa, who was supported by Judge Vitor Hugo Perdal (International) and Judge Antonino Gonçalves (National). The Public Prosecution Unit was represented by Bernardo Fernandes (International) and Zelia Trindade (National). The defendants were represented by various private lawyers, including Tome Jeronimo, Arlindo Dias Sanches and Jose Guterres.

Witnesses testified that on the morning of 25 May 2006 they heard shooting. There were minor discrepancies between those testifying as to the exact time this commenced.. Some witnesses claimed that the shooting continued for two or three hours.

Several witnesses claimed that at approximately 10am a red vehicle with tinted windows passed in front of the PNTL HQ at high speed, its occupants behaving provocatively. PNTL guards ordered that they immediately vacate the area, but the red vehicle did not move. The PNTL guards allegedly fired a warning shot in the air, but suddenly the sound of gunfire was heard from the F-FDTL HQ, appearing to the witnesses to have been directed at the PNTL. The PNTL returned fire and three PNTL members were injured during the incident, including the then Operational Commander, Afonso de Jesus (now Acting PNTL Commander).

After the incident, UNPOL came to PNTL HQ, ordering that all weapons be handed over. All PNTL members present were then marched toward Obrigado Barracks.

The judge asked the witnesses what happened when they passed in front of the Ministry of Justice building, and almost all of the witnesses gave the same response, to the effect that they saw F-FDTL members in uniform, standing in front of the building and carrying long barreled weapons. The witnesses gave different estimates on the exact number of F-FDTL members, varying between two and eight.

The witnesses also said that when they arrived in front of the Ministry of Justice building they had been accompanied by UNPOL members on both sides, and that UN and RDTL flags were being carried.

The Court heard that the situation rapidly deteriorated at this point, with eight PNTL members killed in shooting and more than twenty wounded.

Witnesses testified that they recognized the defendants present in the courtroom, claiming to have seen them when they passed the intersection in front of the Ministry of Justice. The names Madeira and Renilde were singled out for mention. Two of the defendants had allegedly been standing in front of the gate, armed and wearing F-FDTL uniforms. One witness said that it was the defendant Madeira who fired the first shot towards the line of PNTL members walking in front of them.

JSMP observed that witnesses gave clear and comprehensive testimony but, despite protestations to the contrary, appeared afraid when questions from the court forced them to face the defendants. JSMP calls on the relevant authorities to ensure appropriate measures are taken to ensure the safety and security of witnesses to these and other legal proceedings.

For further information please contact:

Roberto da Costa Pacheco

Coordinator, Legal Research Unit, JSMP

Email: bebeto@jsmp.minihub.org

Or contact:
Timotio de Deus
Director, JSMP
Email: timotio@jsmp.minihub.org
Telephone: 3323883

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

Siaran Pers

Date :2/10./2007



Saksi Takut Ketika Melihat Wajah Para Terdakwa



Pengadilan Distrik Dili terus melanjutkan sidang terhadap kasus yang terjadi pada tanggal 25 Mei 2006 di depan Kementerian Kehakiman yang melibatkan anggota F-FDTL dan PNTL yang mana menimbulkan korban dari pihak anggota PNTL, dimulai sejak tanggal 18 September.



Sidang terhadap kasus ini masih tetap dilanjutkan sebab pihak pengadilan masih memerlukan keterangan saksi korban (PNTL) dimana nama mereka sudah tercantum dalam daftar yang ada. Jumlah saksi sekitar 73 orang dari 103 orang yang akan memberikan kesaksian mereka di pengadilan mengenai kasus yang bersangkutan.



Untuk mempercepat persidangan terhadap kasus 25 Mei 2006 ini, pada hari Senin 1 Oktober, Pengadilan Distrik Dili mulai mendengarkan keterangan saksi dari semua saksi yang namanya terdapat dalam daftar. Para saksi yang telah memberikan kesaksiannya pada tanggal 1 Oktober ini adalah Letnan Abel Ximenes Xavier (Komandan Polisi Militer), Afonso de Jesus (Komandan interim PNTL), Jose Soares (Polair) dan Afonso Correia (PNTL).



Selain pada tanggal 1 Oktober, pada tanggal 2 Oktober Pengadilan Distrik Dili tetap melakukan sidang kelanjutan. Pada hari itu pengadilan mendengarkan keterangan dari saksi, Abilio de Araujo Gonçalves (PNTL), Delfina da Silva Mesquita (PNTL), dan Miguel Martins Monis (PNTL). Dalam sesi kedua pada sore hari pengadilan mendengarkan kesaksian dari para saksi Joaquim da Costa (PNTL), Jose de Jesus Nunes (PNTL) Henrique Costa de Lima (PNTL) dan Clementina de Jesus Fatima (PNTL).



Aktor Pengadilan yang memimpin persidangan ini terdiri dari Hakim Ketua Ivo Rosa, Hakim Pembantu Vitor Hugo Perdal (Internasional) dan Hakim Pembantu Antonino Gonçalves (Nasional). Dan juga dari pihak Jaksa Penuntut Umum yang menuntut para terdakwa terdiri dari Bernardo Fernandes (Internasional) dan Zelia Trindade (Nasional). Selain actor pengadilan yang telah disebutkan diatas, para terdakwa didampingi oleh pembela mereka yang melakukan pembelaan terhadap klien mereka yang terlibat secara langsung dalam aksi penembakan terhadap anggota PNTL, seperti Pengacara Privat Tome Jeronimo, Arlindo Dias Sanches, dan Jose Guterres.



Berdasarkan pemantauan JSMP selama ini dengan terus melihat perkembangan kasus ini, bahwa kesaksian yang diberikan oleh para saksi terhadap kasus 25 Mei 2006 ini, mulai dari jam 09:30 lalu dimulai lagi pada jam 14:00 sampai selesai selama hari persidangan tersebut.



Dalam mendengarkan kesaksian tersebut, para saksi hampir semuanya memberikan kesaksian dengan baik sesuai dengan hati nurani mereka walaupun hakim yang memimpin persidangan memotong pembicaraan mereka sebab saksi tidak memberikan jawaban yang baik terhadap pertanyaan yang diajukan oleh para Hakim.



Sesuai dengan kesaksian yang diberikan oleh para saksi bahwa, pada tanggal 25 Mei 2006 memang terdengar penembakan mulai dari pagi harinya. Ketika Hakim menanyakan mengenai jam kejadian penembakan tersebut, ada variasi dalam keterangan para saksi, ada yang menyebutkan penembakan dimulai pada jam 10:30 yang lainnya menyebutkan pukul 11:00 dan ada pula yang menyebutkan 11:30, dan yang lainnya menyebutkan bahwa penembakan tersebut terjadi selama kurang lebih selama 2 jam atau 3 jam.



Ada juga saksi yang menjelaskan secara detail mengenai kronologis kejadian tersebut. Dalam kesaksian mereka bahwa, pada pagi hari kurang lebih pada pukul 10:00 ada sebuah mobil berwarna merah dengan kaca hitam dengan kecepatan tinggi lewat di depan QG-PNTL dengan melakukan provokasi. Dengan tanda ini para anggota PNTL yang sedang berjaga menyuruh mobil tersebut segera meninggalkan tempat tetapi mobil merah tersebut tidak segera meninggalkan tempat. Dengan kecurigaan tersebut maka pihak PNTL yang berjaga memberikan tembakan peringatan ke udara, tetapi secara tiba-tiba terdengar tembakan sporadis dari QG F-FDTL mengarah pada QG PNTL. Dengan tembakan tersebut maka pihak PNTL merespon tembakan itu dengan tembakan pula ke arah QG F-FDTL. Dalam kejadian tersebut melukai anggota PNTL sebanyak tiga orang termasuk juga Komandan Operasional Afonso de Jesus, (Komandan Interim PNTL aktual)



Setelah penembakan tersebut, pihak UNPOL datang ke tempat QG-PNTL untuk mengumpulkan semua anggota PNTL dan segera menyuruh mengumpulkan semua senjata. Setelah mereka disuruh berbaris tiga bagian menuju Obrigado Baracks.



Hakim meminta mengenai apa yang terjadi pada waktu mereka melewati depan gedung Kementerian Kehakiman, hampir semua jawaban yang diberikan oleh para saksi tersebut sama, bahwa “ketika mereka berjalan melewati depan Kementerian Kehakiman, mereka sudah mulai melihat bahwa ada anggota F-FDTL yang berdiri di depan gedung Kementerian tersebut dengan seragam dan dengan senjata lengkap di tangan”. Mengenai jumlah total anggota F-FDTL ada perbedaan keterangan dari para saksi. Ada saksi yang menyatakan ada anggota F-FDTL berjumlah 6 orang (MM) lain menyatakan ada 8 orang (JS) dan ada juga yang menyebutkan bahwa hanya 2 orang (AD) (variatif).



Para saksi juga menyatakan bahwa, ketika sampai di depan gedung Kementerian Kehakiman dengan disertai oleh UNPOL berjalan pada sisi kanan dan kiri, ada dua orang yang membawa bendera PBB dan RDTL di depan mereka.



Meski ada simbol atau bendera PBB yang dibawa oleh pihak PNTL tetapi penembakan tetap dilakukan karena situasi sudah tidak terkontrol lagi.



Pada waktu penembakan tersebut ada beberapa anggota PNTL yang mati akibat dari penembakan itu yaitu sekitar 8 orang dan melukai 20 orang lebih.



Di depan Pengadilan para saksi memberikan keterangan bahwa, mereka mengenal para terdakwa yang hadir dalam persidangan di pengadilan. Nama yang disebutkan oleh para saksi adalah Madeira dan Renilde. Para terdakwa ini dilihat ketika para saksi melewati perempatan jalan depan gedung Kementerian Kehakiman. Pada waktu itu kedua terdakwa itu sedang berdiri di depan gapura dengan senjata dan memakai seragam F-FDTL dan ada juga saksi yang mengatakan bahwa terdakwa Madeiralah yang menembak terlebih dahulu ke arah barisan PNTL yang sedang berjalan di depan mereka.

Dalam tahap mendengarkan keterangan saksi tersebut menurut Koordinator Peneliti Hukum JSMP Roberto da Costa Pacheco bahwa memang benar para saksi memberikan keterangan dengan penuh kebebasan pada pengadilan tetapi banyak kali ketika ditanyai oleh hakim, Jaksa, Pengacara yang membela para terdakwa memberikan pertanyaan yang mengharuskan mereka melihat wajah dari pada para terdakwa, para saksi dengan penuh perasaan ketakutan, mungkin ini adalah suatu tanda bahwa ada rasa ketidaknyamanan ketika mereka melihat lalu berkata jujur, karena itu Roberto da Costa meminta pihak Parlamen Nasional untuk sesegera mungkin mengesahkan Undang-Undang mengenai Perlindungan kepada para Saksi”. Walaupun dalam kesaksian mereka ketika ditanyai oleh para hakim dan mereka menjawab bahwa mereka tidak takut untuk melihat muka para terdakwa tetapi kita bisa menilai dari raut wajah mereka yang mencerminkan ketakutan ketika melihat para terdakwa, kata Roberto.



Untuk informasi lebih lanjut silakang hubungi :

Roberto da Costa Pacheco.

Kordinator Unit Peneliti Hukum, JSMP

Email : bebeto@jsmp.minihub.org



Atau hubungi langsung;

Timotio de Deus, Direktur JSMP

Email: timotio@jsmp.minihub.org

No Tlp : 3323883